Let's Talk
Let's Talk
WhatsApp!
Email →

_KC6nV9GiVF2pzXx0w6cz

Ketinggalan 7 generasi dari Samsung, apakah iPhone Duo foldable yang lebih matang?

Author:

Faisal Ahmad

Apple baru menjual iPhone lipat pertamanya pada 23 Oktober 2026, sekitar tujuh tahun setelah Samsung membuka kategori ini dengan Galaxy Fold di 2019. Jarak selama itu membuat pertanyaan yang wajar muncul: apakah iPhone Duo datang sebagai produk yang sudah matang, atau justru sebagai percobaan pertama yang mahal?

Jawaban singkatnya ada di dua tempat. Dari sisi teknis, iPhone Duo jelas bukan produk asal jadi. Dari sisi pengalaman harian, ia masih menyisakan masalah yang belum tuntas.

Ringkasan:

Dari mana angka tujuh generasi itu

Samsung merilis foldable pertamanya, Galaxy Fold, pada 2019. Sejak itu mereka tidak pernah berhenti: Fold2, Fold3, Fold4, Fold5, Fold6, Fold7, sampai Galaxy Z Fold8 yang diumumkan 22 Juli 2026 dan mulai dijual 7 Agustus 2026.

Marques Brownlee di videonya menyebut angka yang sedikit berbeda, yaitu "eight generations behind". Ia menghitung dari sisi Samsung, yang memang sudah delapan generasi menjalani proses ini. Dua angka itu menunjuk hal yang sama, hanya dibaca dari sisi berbeda.

Yang Apple kerjakan lebih baik

Kalau hanya melihat lembar spesifikasi, iPhone Duo tampak kalah. Tapi ada beberapa bagian yang justru menunjukkan Apple belajar dari kesalahan orang lain.

Engselnya paling matang di kelasnya. Engsel Duo memakai lebih dari 100 komponen presisi kecil, dengan penutup titanium hasil cetak 3D. Yang membuatnya terasa berbeda adalah bobot engsel yang berubah: berat saat mulai dibuka, ringan di tengah, lalu mengunci saat hampir penuh. Dalam pengujian MKBHD, ini membuat Duo jadi foldable terbaik untuk posisi setengah terbuka, karena ia bisa berhenti mantap di banyak sudut.

Ketahanan airnya satu tingkat di atas. Apple memberi rating IP68, tahan rendam sampai 6 meter selama 30 menit. Samsung memasang IP48 pada Z Fold8, dengan uji rendam 1,5 meter selama 30 menit. Untuk perangkat berengsel, selisih ini bukan hal kecil.

Layar dalamnya jadi sorotan utama. Panel 7,6 inci dengan resolusi 1878 x 2670 piksel, refresh rate 120Hz, dan kecerahan puncak 3000 nits di luar ruangan. Apple menambahkan lapisan nano-texture yang meredam pantulan. Sejumlah pengulas menyebut lipatannya hampir tidak terlihat, dan MKBHD menyebut layar dalam ini bagian yang sama sekali tidak terasa generasi pertama.

Apple berani mempertanggungjawabkannya. Tom Marieb, VP hardware engineering Apple, meminta jurnalis mengingat ucapannya soal lipatan layar dengan kalimat "hold us accountable". Janji semacam itu jarang diucapkan untuk komponen yang belum teruji di lapangan.

Tiga hal yang membuatnya belum sempurna

Berat dan tebal

Ini angka paling telanjang. iPhone Duo berbobot 254 gram, Z Fold8 201 gram. Selisih 53 gram atau sekitar 26 persen. Saat terbuka, Duo setebal 5,2 mm, sedangkan Z Fold8 4,5 mm. Saat terlipat, Duo 11,3 mm dan Z Fold8 9,7 mm.

MKBHD menyebut selisih ini terasa nyata setelah dipakai satu sampai dua minggu, dan ia mengaku akan senang kalau perangkatnya 20 persen lebih ringan. Ia juga mengaitkannya dengan ucapan John Ternus di TIME yang menyebut foldable lawan sebagai "cheap and crappy", lalu memberi catatan: membuat semuanya logam dan kaca memang terasa premium, tapi belum tentu lebih enak dipakai.

Kamera

Duo membawa dua kamera belakang: 48MP Fusion Main dan 48MP Fusion Ultra Wide. Tidak ada lensa tele terpisah. Mode 2x yang disebut Apple sebagai "optical-quality telephoto" berasal dari pemotongan sensor, bukan lensa kedua.

MKBHD menduga sensor 48MP yang dipakai lebih dekat ke iPhone 17e daripada ke lini Pro, karena keterbatasan ruang. Konsekuensinya muncul saat cahaya turun: ISO naik lebih cepat dan noise muncul lebih awal. Ia juga mencatat Duo tidak punya ProRes maupun perekaman log, hanya 4K 30 fps biasa. Untuk ponsel termahal di jajaran iPhone, ini kompromi yang perlu diketahui sebelum membeli.

Aplikasi

Inilah masalah yang paling sering disebut pengulas, dan semuanya sepakat.

Aplikasi yang belum dioptimalkan tampil seperti aplikasi iPhone biasa yang ditempel di tengah layar besar, dengan bilah hitam di sisi kanan atau kiri. MKBHD menyebut Spotify, Google Maps, Waze, Discord, X, dan Google Calendar masih begitu saat ia merilis video. Tom's Guide menyebut tampilan aplikasi yang belum dioptimalkan berkisar dari "agak aneh" sampai "mengerikan". WIRED menulis beberapa aplikasi tampak buruk di layar 7,6 inci itu.

Apple tidak tinggal diam. Perusahaan menyebut ada lebih dari 50 aplikasi yang sudah dioptimalkan saat peluncuran, ditandai lencana "Made for iPhone Duo" di App Store. Instagram, Threads, TikTok, Slack, Netflix, dan beberapa aplikasi produktivitas masuk daftar itu. Tapi daftar aplikasi yang belum siap juga panjang: Telegram, Gmail, YouTube, X, Disney+, dan aplikasi bank, yang paling sulit diganti pembaca.

Poin dari MKBHD yang perlu dikutip

Video Marques Brownlee membahas beberapa hal penting. Ini beberapa poin tersebut:

  1. Animasi buka-tutupnya. Efek difusi saat layar membuka, yang menurut MKBHD mirip lembaran lentikular, bukan sekadar animasi cantik. Ia mengajarkan pengguna foldable pertama bahwa layar sedang memanjang, bukan berpindah.
  2. Tidak ada Face ID, dan penggantinya sengaja diperlambat. Karena ruang tebal tidak cukup, Duo memakai pemindai sidik jari di tombol daya. Apple menambahkan jeda sebelum membuka kunci supaya pengguna sempat melihat notifikasi. Jeda itu tidak bisa dimatikan, dan MKBHD menyebut Face ID akan jadi hal yang paling dirindukan pengguna iPhone lain.
  3. Ergonomi condong ke tangan kanan. Kamera Control diletakkan di sudut kanan bawah, tombol volume pindah ke atas, Control Center tetap di pojok kanan, dan notifikasi di pojok kiri atas. Kombinasi ini menuntut jangkauan jari ekstra.
  4. StandBy mode tanpa kabel. Duo jadi iPhone pertama yang otomatis masuk mode ini saat diposisikan seperti tenda, tanpa perlu dicas.
  5. Kamera belakang bisa jadi layar preview. Fitur yang disebut MKBHD "spouse mode" ini menampilkan bingkai foto ke orang yang difoto, plus animasi Kid Cue bergaya Snoopy untuk menarik perhatian anak.
  6. Masalah casing belum benar-benar selesai. Case resmi Apple meninggalkan bagian yang justru rawan: Folio seharga 129 dolar AS membiarkan rangka samping terbuka, sedangkan Silicone Case dua bagian membiarkan engsel terbuka.
  7. Dua aplikasi berdampingan, tidak lebih. Tidak ada mode tiga jendela. Pasangan aplikasi bisa dikunci seperti buku, tapi batasnya tetap dua.

Harga dan posisi di Indonesia

Di Amerika Serikat, Duo mulai 1.999 dolar AS untuk 256 GB dan menembus 3.199 dolar AS untuk 2 TB. Z Fold8 mulai 1.899,99 dolar AS, sedangkan Z Fold8 Ultra 2.099,99 dolar AS.

Untuk Indonesia, distributor resmi sudah membuka pra-pesan sejak 23 Oktober 2026, dengan penjualan perdana 30 Oktober 2026:

256 GB Rp 45.678.910 512 GB Rp 51.999.000 1 TB Rp 61.999.000 2 TB Rp 75.999.000

Angka ini bukan hasil konversi kurs. Ada pajak, biaya distribusi, dan kebijakan harga distributor di dalamnya.

Permintaan awal terbilang kuat. CNBC melaporkan stok untuk pengambilan di hari peluncuran habis, dan perkiraan pengiriman daring mundur sampai akhir Januari.

Kalau rusak, biayanya berapa

Ini bagian yang jarang dibahas di ulasan, padahal penting untuk perangkat berengsel. Apple sudah mempublikasikan tarif perbaikannya, dan iFixit merangkumnya:

Lapisan pelindung layar 49 dolar AS 19 dolar AS Layar luar 379 dolar AS 29 dolar AS Baterai 229 dolar AS 0 dolar AS Layar dalam 999 dolar AS 99 dolar AS Kerusakan lain 1.499 dolar AS 99 dolar AS

Sebagai pembanding, penggantian layar dalam Galaxy Z Fold8 tercatat 579 dolar AS atau 419 dolar AS, tergantung jenis perbaikannya. iFixit sendiri menyatakan skeptis soal kemudahan perbaikan Duo, dan menyarankan siapa pun yang membelinya untuk menyertakan AppleCare.

Jadi, untuk siapa ponsel ini

MKBHD menjawabnya cukup tegas. Kalau pemakaian Anda sehari-hari hanya pesan, media sosial, dan sesekali browsing, jawabannya tidak. Kalau Anda pembuat film yang butuh kamera terbaik, juga tidak. Kalau Anda sering menjatuhkan ponsel, jelas tidak.

Yang cocok adalah mereka yang tidak terlalu mempersoalkan harga, tertarik pada ide satu perangkat yang bisa jadi ponsel sekaligus tablet mini, dan siap melewati masa belajar. The Verge menutup ulasannya dengan nada serupa: mahal, penuh kompromi, kadang membuat frustrasi, tapi menyenangkan dengan cara khas perangkat generasi pertama.

Kesimpulan

iPhone Duo bukan produk yang sempurna, namun Apple berhasil membuat engsel terbaik di kelasnya, ketahanan air IP68, dan layar dalam yang benar-benar nyaman dipakai.

Disisi lain masih banyak pekerjaan rumahnya, Bobot 254 gram, kamera tanpa lensa tele, dan aplikasi yang belum siap adalah tiga alasan utama kenapa perangkat ini belum bisa disebut matang. Tujuh generasi ketertinggalan tidak bisa ditutup hanya dengan satu peluncuran, tapi Apple setidaknya memulai dari titik yang lebih tinggi daripada yang dilakukan Samsung pada 2019.

Kalau Anda tertarik, dua hal layak dipertimbangkan sebelum memesan: cek dulu apakah aplikasi yang Anda pakai setiap hari sudah masuk daftar "Made for iPhone Duo", dan hitung ulang anggaran dengan asumsi Anda akan butuh AppleCare.

Sumber

  1. Apple Newsroom, "Apple unveils iPhone Duo", 9 September 2026: https://www.apple.com/newsroom/2026/09/apple-unveils-iphone-duo/
  2. Apple, "iPhone Duo Technical Specifications": https://www.apple.com/iphone-duo/specs/
  3. TIME, "John Ternus Is Engineering a New Era for Apple", 15 Oktober 2026: https://time.com/collection/best-inventions/2026/apple-iphone-duo/
  4. 9to5Mac, "John Ternus talks iPhone Duo, 'cheap and crappy' foldables in new interview", 15 Oktober 2026: https://9to5mac.com/2026/10/15/john-ternus-talks-iphone-duo-cheap-and-crappy-foldables-in-new-interview/
  5. Samsung Newsroom, "Galaxy Z Fold8 Ultra, Fold8 and Flip8: Foldables, Perfected for Every Way of Living": https://news.samsung.com/global/samsung-galaxy-z-fold8-ultra-fold8-and-flip8foldables-perfected-for-every-way-of-living
  6. Samsung, "Galaxy Z Fold8" halaman produk: https://www.samsung.com/us/smartphones/galaxy-z-fold8/
  7. CNET, "iPhone Duo vs. Galaxy Z Fold 8: Battle of the Passport Foldables": https://www.cnet.com/tech/mobile/iphone-duo-vs-samsung-galaxy-z-fold-8-battle-of-the-passport-foldables/
  8. TechRadar, "Apple iPhone Duo review": https://www.techradar.com/phones/iphone/apple-iphone-duo-review
  9. The Verge, "The iPhone Duo is a messy, expensive, good time": https://www.theverge.com/tech/1015028/iphone-duo-review
  10. MacRumors, "iPhone Duo Reviews Explain Why Device is Both 'Fun' and 'Frustrating'": https://www.macrumors.com/review/iphone-duo/
  11. Macworld, "Apple to iPhone Duo buyers: We promise your favorite apps will look great (eventually)": https://www.macworld.com/article/3267241/apple-to-iphone-duo-buyers-we-promise-your-favorite-apps-will-look-great-eventually.html
  12. iFixit, "Will the iPhone Duo Be Repairable? We're Skeptical": https://www.ifixit.com/News/119205/will-the-iphone-duo-be-repairable-were-skeptical
  13. iFixit, "How the iPhone Duo's Crazy Repair Prices Compare": https://www.ifixit.com/News/119797/how-the-iphone-duos-crazy-repair-prices-compare
  14. CNBC, "Apple's $1,999 iPhone Duo puts the company's status-symbol power to the test", 16 Oktober 2026: https://www.cnbc.com/2026/10/16/apple-iphone-duo-demand-price.html/
  15. Kompas Tekno, "Resmi, Ini Harga iPhone Duo di Indonesia, mulai Rp 45 Jutaan", 23 Oktober 2026: https://tekno.kompas.com/read/2026/10/23/09073507/resmi-ini-harga-iphone-duo-di-indonesia-mulai-rp-45-jutaan
  16. Detik Inet, "Harga iPhone Duo di Indonesia Rp 45,7-76 Juta, Ada Promo Menarik": https://inet.detik.com/consumer/d-8720244/harga-iphone-duo-di-indonesia-rp-45-7-76-juta-ada-promo-menarik
  17. Marques Brownlee (MKBHD), "iPhone Duo Review: First Generation Fun!": https://www.youtube.com/watch?v=ESABTN4VtrA